Mobile
APP
    Hong Kong Odds
    • Decimal Odds
    • Hong Kong Odds
    • Indonesian Odds
    • American Odds
    • Malay Odds
    English
    • English
    • Vietnam
    Soccer> Community> Qwerty B>

    CAS Tetapkan Putusan Kasus Naturalisasi Malaysia, Tujuh Pemain Tetap Dihukum

    CAS Tetapkan Putusan Kasus Naturalisasi Malaysia, Tujuh Pemain Tetap Dihukum

    0 0


    Pengadilan Arbitrase Olahraga memutuskan perkara yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia setelah meninjau banding atas sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA. Dalam keputusan tersebut, CAS menerima sebagian banding yang diajukan para pemain, tetapi menolak seluruh banding dari Federasi Sepak Bola Malaysia. Kasus ini berawal pada 2025 ketika federasi Malaysia mengupayakan proses naturalisasi sejumlah pemain asing agar dapat memperkuat tim nasional. Para pemain yang terlibat antara lain Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, serta Hector Alejandro Hevel Serrano. Setelah memperoleh paspor Malaysia, mereka sempat dinyatakan memenuhi syarat untuk membela tim nasional.

    Permasalahan muncul setelah Komite Disiplin FIFA menilai adanya pelanggaran dalam proses naturalisasi tersebut. Pada September 2025, FIFA menyimpulkan bahwa federasi Malaysia bersama para pemain melanggar kode disiplin terkait penggunaan dokumen yang tidak sah dalam proses penentuan kelayakan bermain. Temuan itu menunjukkan bahwa para pemain tidak memiliki hubungan yang cukup dengan Malaysia sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan tersebut kemudian diperkuat oleh Komite Banding FIFA pada November 2025 yang menetapkan denda bagi federasi serta hukuman bagi para pemain.

    Federasi Malaysia dikenai denda sebesar CHF 350.000 atau setara miliaran rupiah, sementara masing-masing pemain dijatuhi denda tambahan serta larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola selama 12 bulan. Tidak lama setelah itu, federasi bersama tujuh pemain mengajukan banding ke CAS pada Desember 2025. Dalam proses banding tersebut, federasi mengakui adanya kekurangan dalam tata kelola internal serta tidak menampik kemungkinan tanggung jawab atas pelanggaran yang terjadi. Mereka juga menyampaikan bahwa para pemain hanya menyerahkan dokumen yang diminta dan tidak terlibat langsung dalam penyusunan atau perubahan dokumen.

    Sidang banding berlangsung pada Februari 2026 di Lausanne, Swiss, dan dipimpin oleh panel arbitrase yang terdiri dari tiga anggota. Setelah meninjau bukti dan argumen dari kedua pihak, CAS menyatakan pelanggaran terkait dokumen kelayakan bermain memang terbukti terjadi. Meski demikian, lembaga tersebut mengubah ruang lingkup sanksi yang diberikan kepada para pemain. Larangan selama 12 bulan tetap berlaku, tetapi hanya terbatas pada pertandingan resmi dan tidak mencakup seluruh aktivitas sepak bola sehingga mereka masih dapat berlatih bersama klub masing-masing. Sanksi tersebut mulai berlaku pada awal Maret 2026 dengan memperhitungkan masa hukuman yang telah dijalani sebelumnya, sementara denda untuk federasi Malaysia tetap dipertahankan.


    Comments
    All
    By Author
    Me
    Add Comment
    Post
    Copyright © 2026 Powered By Goaloo All Rights Reserved.